Bimbang?

June 29th, 2008 by brillianti

Kemanakah arahku?

Bertanya pada siapa yang kutemui dalam haluan…

R,
Bee

Isi Hati Hari Ini…

June 19th, 2008 by brillianti

Hari-hari terlalui dengan bervariasi

Kadang sepi, kadang ramai, kadang termenung, kadang tak punya waktu.

Banyak mau tapi tak kuasa meraupnya kedalam semua realitas.

Wjar saja bisa satu atau dua bahkan lebih… yang kan terjadi nyata dikemudian hari.

Beginilah sifat manusia yang sering kali tak pernah puas akan banyak hal…

Mencoba satu dan beralih ke yang lain…

Hingga ditemukan satu yang pas walau pun tak berarti "TEPAT".

Ku pernah lalui kehancuran…

Ku pernah lalui kebahagiaan…

Ku pernah lalui kebimbangan…

Dan,

Ku pernah alami penantian.

Menjemukan… tapi dilain waktu menghibur…

Hati ini teramat banyak berkata dan merasa

Namun tak mampu tuk jujur pada kata hati.

Bukan berarti tak berperasaan…

Bukan berarti tak menghormati…

Bukan berarti tak memuja.

Diri ini terlalu lemah tuk mengungkapkan segalanya…

Hanya satu tempatku dapat mengadu…

Hanya satu tempatku dapat bercerita secara jujur…

Hanya satu tempatku dapat berkeluh kesah…

Hanya satu….. Dia Yang Maha akan segalanya…

Walaupun diri tak pernah berjumpa dalam kasap mata…

Walaupun diri tak secara sadar dalam pertemuan dengan-Mu…

Walaupun diri tetap memuja-Mu tak seberapa khusyuk…

Ku slalu Yakin…. Engkau selalu ada, selalu ada memantau diriku.

Diri yang lemah dan berusaha tuk menjaga anugerah tetap sebagai makhluk sempurna-Mu.

Yang diberikan cara untuk berfikir lebih baik dibandingkan dari makhluk-Mu yang lain.

Tak hanya menerima respon…

Tak hanya menunggu perintah…

Tak hanya menuruti nafsu dan ambisi.

Tapi tetap memiliki kata hati yang lebih halus.

Kini ku pacu diri tuk kembali bangkit… dan lebih berusaha…

Mendekatkan diri lagi.. Sesuai jalan yang telah Kau tunjukkan.

Bee-19 Jun 2008 : 15.47

SUARA HATI SEORANG SAHABAT

May 14th, 2008 by brillianti

Sahabat…
Suatu ketika Sahabat lain menegurku,
Ketika halilintar menggelegar memecahkan kesunyian
Awan gelap berarak - arakan menuju kegelapan
Rintik hujan menandai kekelabuan
Kemacetan menjadi buah keseharian
Kejenuhan menjadi tunitas santapan
Kegundahan mengepakan sayap tak berkesudahan
…hinggap di anata belantara tanya tanpa jawab
Ingin bersuara….tapi pada siapa ?
Akankah gundah ini berakhir suatu masa ???

Sahabat…
Kehidupan bukan sekedar fatamorgana
Perjuangan bukan sekedar menghabiskan sisa usia
Kesulitan bukan jebakan tuk bersikap pasrah
…karena semua merupakan fakta yang harus dilalui
Tanpa itu…kita takkan pernah dewasa
Tanpa ujian…kita tak bisa menakar kesabaran
Tanpa perjuangan…kita sulit mensyukuri sebuah kenikmatan

Sahabat…
Tahukah apa yang kurasakan…
Bahwa setiap gundah…resah dan sunyimu
Terasa langsung mengetuk pintu - pintu hati
Saat ada tetes air mata yang meleleh…
…hangatnya sampai ke gerbang asa-ku
Saat ada gundah yang kau rasakan….
…getarannya sampai di ujung - ujung jendela hatiku
Saat engkau ingin bicara….
…sesungguhnya telinga hatiku sudah mendengarnya
Saat kau ingin mengatakan sesuatu…
…aku telah berusaha untuk tahu
Sahabat…
Mungkin perlu kusampaikan…
Bahwa tak pernah ada malam yang sunyi…
…kecuali selalu di isi do’a - do’a untukmu
Lelahmu…adalah spirit bagiku
Gundahmu…langsung membangunkan tidurku…
Tidak salah…
Jika alam memahami setiap getaran hati
…dan betapa indah dan nikmatnya…
Ketika malam - malam sering kita lewati dengan ibadah
Munajat pada Tuhan Yang Serba Maha…
Itulah hakikat kenikmatan yang tak terukur dengan satuan rupiah
Kenikmatan milik siapapun….
Kenikmatan bisa dimiliki oleh siapapun…
Termasuk kita semua…
Selama ada upaya untuk menggapai ridlo-Nya. Amin

Namun apa??? Sering kita tak pernah merasa puas akan segala hal yang kita terima.
Entah itu dalam pekerjaan, Cinta maupun kehidupan secara keseluruhan.
Karena apa???
Karena kita belum pandai untuk Bersyukur… termasuk juga diriku.

Terima kasih atas perhatian pada diriku,
Karna diri ini sering alpha akan perhatian untuk semuanya..
Sering kali hanya yang tampak dan dekat yang kuperhatikan..
Namun sebenarnya, berlian di pelupuk mata yang tak pernah terlihat malah akan lebih dan sangat berharga bila kita mengetahuinya.
Maafkan diri ini bila tak seperti apa yang diharapkan..
Kuakui, diri ini masih dibimbang oleh rasa.. rasa yang orang sering kali mengadopsi dari bahasa negeri orang dan menyebutnya "MOODY".

Bee = 15052008 : 09.07am

KERINDUAN DALAM KATA

February 27th, 2008 by brillianti

Ditengah kesibukan Jakarta pagi hari, menatap sekeliling gambaran kehidupan metropolitan. Lajukan kendaraan monoton seperti hari-hari sebelumnya tuk menuju tempat mengais rupiah dalam ruangan ber-AC yang terkadang dimatikan karena suhu yang makin membuat diri menjadi beku, dengan bermacam-macam tumpukan kertas serta telepon yang tiada henti berdering dari berbagai pelosok Indonesia Raya… Menoleh sesekali kekanan dan kekiri sebentar melirik kearah kaca spion memperhatikan keadaan yang terjangkau oleh pandangan mata.

………………………tak ada lagi kata terungkap…………………..

Tutup mata hatimu dari kebencian, jangan selalu gelisah, hiduplah dengan kesederhanaan, pengeluaran yang terbatas, memberi yang banyak, selalu bernyanyi, selalu berdo’a, lupakan masa lalu…selalu berpikir dengan perasaan, beri perasaan hatimu dengan cinta seperti matahari yang akan terbit…semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan yang pasti akan berhasil " semoga sukses menjalani kesabaran tuk dpt ke iklasan dan kesabaran" ..amien.

InsyaAllah…. itu yang menjadi jawabanku, teman…

Yang kupinta..

September 26th, 2007 by brillianti

Pagi ini kusambut pagi dengansedikit senyum..
Karna ragaku sedikit yak mendukung cerahnya mentari.
Entah mengapa setiap derai desah nafasku,
Selalu terbesit fikiran ini tentangmu.

Tentang dirimu dan dirinya…

Berjuta tanya… Berjuta keraguan…
Mungkin hingga dirimu mengatakannya yang sesungguhnya,

Sejujurnya.

*jkt:270907, 07:49am*

Sejujurnya Aku..

September 25th, 2007 by brillianti

Aku temukan lagi sebuah cinta
Di dalam aura hadir dalam keinginan
Kau datang dalam kesendirian
Kau beri makna bagi diri ku yang merana

Aku rasakan kemauan hati
Dalam pesona kelembutan
Yang kau tawarkan pada diri
Membawa indahnya rasa bertautan

Biar kunikmati rasa ini
Kita bisa saling menyayangi
Meluluhkan luka yang telah terpatri
Mencoba membuka ruang dihati

Biarkan kali ini ku mengasihi
Dengan setulus jiwa yang murni
Memberi semua dengan ketulusan
Tanpa memaksa menjadi keharusan

Dan tuk sekian kali cinta bersemi
Membawa kedamaian di hati
Mencerahkan hari yang terlalui
Membawa harapan untuk yang sejati
Bersama mu sang pelita hati

*Bunga hatiku, kuingin rasanya dapat mengungkap seluruh kalimat ini untukmu…*

Hadirmu…

September 25th, 2007 by brillianti

Terlukiskan sebuah ingatan
sesuatu yang indah bagiku
Selalu kunantikan sebuah kehadiran
Berharap ada dalam setiap waktuku

sungguh berarti datangya bagi ku
Dalam mengisi kekosongan Qalbu
Tenggelam dalam pengabdianku
Padamu tuhan ku

Melepas keinginan tubuh
bersujud dan bersimpuh
Untuk mengabdi secara utuh
Menjadi hamba yang patuh

Menanti suatu berkah
Menjalani hari penuh rahmah
Dalam perlombaan memenangi
ridho mu sang illahi robbi

Ceriakan hati saat kau datang
Membawa cahaya dalam hati yang meradang
Membawa kedamaian dalam setiap insan
Begitu indahnya bulan ramadhan
Berharap Ini bukanlah yang terakhir
Sebelum jiwa ini berakhir

*bahagianya saat puisi ini tercipta dan mengilhami hati…*

MUNAJATKU DALAM RENUNGAN…

September 24th, 2007 by brillianti

Pernahkah diri
merasa begitu sakiiitt…

Namun apa daya
diri tak dapat mengungkap nya.

Hanya terdiam dan
mencoba tetap bersabar…

Disaat gundah
emosi meningkat,

Tersadar diri
akan kepedihan yang kan dialami,

Tersadar diri
masih memiliki Allah dihati,

Hingga diri tak
jadi melakukan hal-hal yang tak semestinya.

 

Ya Allah…

Terima kasih,
atas hadirmu dalam detik-detik waktu kehidupan dan matiku,

Kau berikan
setitik roh untuk kudapat merasakan sejuta rasa dan harapan…

 

Kau beri
kesempatan diri untuk berlinang air mata…

Dan Kau pun
memberiku waktu tuk berbahagia, tertawa dan tersenyum.

 

Sejenak ku
kembali terlintas bayangan Wanita setengah baya dan pria yang tlah memiliki
kerut diwajah…

Mereka orang
tuaku..

Walau rasa cinta
dan sayang yang kupunya tak terungkap secara nyata dalam kasap mata orang
sekitar…

Namun yang
mengetahui keberadaan perasaan cinta dan sayang ini tentunya ada pada hati kita
masing2.

 

Ku mencintaimu,
bagai tak pernah dapat menutupi segala kasih dan cinta yang tlah kau berikan
padaku,

Hingga diri
tumbuh menjadi semakin sempurna untuk menuju kesempurnaan-Mu, Ya Illahi.

 

Tiada batas rasa
yang telah mereka berikan padaku…

Tiada titik
segala curahan keringat dan kerja keras mereka untuk kami…

 

Ya Allah,…

Berikanlah segala
kemudahan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan segalanya yang telah mereka berikan
seperti yang mereka berikan untuk kecukupan hidupku..

Dari semenjak ku
direncanakan hingga nanti…

 

Ya Allah,…

Ku sangat
menyayangi mereka…

Ingin ku bersujud
tanpa henti untuk mereka…

Walau doa slalu
kupanjatkan untuk mereka,

Seakan segalanya
tak dapat mencukupi dari kesabaran mereka selama ini.

 

Wahai sang
kekasih Allah…

Bimbinglah diri
ini menuju lurus jalanmu..

 

Berikanlah
orang-orang terbaik-Mu untuk dapat mendampingiku dalam hidup dan matiku.

Berikanlah
teman-teman yang terbaik yang dapat kubimbing dan membimbingku ke jalan-Mu.

 

Ku berusaha tuk
selalu berjalan dijalan-Mu, Ya Allah..

Walau seribu
kerikil dan sejuta rintangan menghalangi diriku,

Dengan
keterbatasanku ini,

Kuhanya dapat
berkata sejujurnya pada-Mu , Ya Illahi…

Apa-apa
kekuranganku, serta apa-apa yang saat ini sulit kuubah.

InsyaAllah dengan
keterbatasanku ini, Kau pun tetap meridhoi segala doa, sujud dan ibadahku
pada-Mu, Ya Robb.

 

*Bila terdapat salah kata yang tak berkenan dihati, semua itu terbatas karena kekhilafan dan kekuranganku*

Ampunilah kami Ya Allah, dan kepada-Mu lah tempat kami kembali.

jkt.250907: 08.22am

Relung Kejujuran

September 18th, 2007 by brillianti

Sepi

Perasaan ini selalu ada dalam diriku.. dalam hatiku…
Bersemayam tenang dihiasi warna-warni kehidupanku..
Ku memang tak mampu tuk mengatakannya..
Ku memang tak mampu tuk mengungkapkan..
Karna yang kupunya bukanlah Cinta biasa yang sesaat dapat hilang.
Dapatkah aku memeluknya menjadikan dirinya real soulmate..
Hingga bintang-bintang dan mentaripun bersahabat menemaniku,
Memijarkan cahaya untuknya… untuk dirimu yang kupuja.

Di kesendirianku ini ku selalu teringat akan hadirmu,
Disaat suatu masa memisahkan asmara kita..
Disaat suatu relung waktu mempertemukan kita…
Disaat sesuatunya kian silih berganti memberi kenangan.

Manismu, lakumu, lembutmu dan terkadang marahmu dan kesalmu..
Memberikan rasa tersendiri yang kini kutersenyum dibuatnya…
Tingkahmu yang kadang membuatku perih..
Hingga tutur katamu yang terkadang menyakitkan hati,
Seakan mengajariku tuk mencoba bersabar lahiriah dan rohaniah.

Sayangku…
Jangan lagi ada prasangka… Jangan lagi ada niat tak baik… untuk kita.
Sayangku…
Mari kita jaga bersama tuk apa-apa yang kita lalui saat ini,
Bersama kitakan saling mengisi, menerima dan memberi kekurangan serta kelebihan masing-masing.

Sayangku…
Dari doa, dimulailah segalanya dengan baik…
Dari ikhtiar, dimulailah segalanya dengan sabar…
Dari hati, terbinalah cinta, kasih dan sayang…
Serta kejujuran dan pengabdian tuk bersama.

Hari ini terdengar suaramu manis dan lembut…
Walau terkadang kemanjaan itu datang dan membuatku gemas…
Hari ini segala cerita kututurkan tanpa celah, jujur kepadamu…
Dan sering kuberharap hal yang sama dari hatimu.

Bulan penuh berkah…
Bulan yang penuh rahmat…
Semoga segala yang kulakukan memberikan tuntunan dan arahan tuk kemudian,
Sesuai dengan arah dan tujuan di jalan-Mu Ya Rabb…Diri ini mengabdi.
Kuniatkan, kulakukan dan kuungkapkan segalanya berusaha tetap dijalan-Mu ya Rabb…
Walau memang masih tertinggal suatu laku yang belum dapat kusirnakan yang berada dibelakang-Mu ya Rabb…
Namun kupercaya… segalanya ada pada rencana-Mu Ya Rabb…
Amin.

190907:12.00:jkt/slipi

Merindumu Bagai Tak Ada Lagi Waktu Lain

June 20th, 2007 by brillianti

Bayangmu selalu ada dalam hatiku.

Senyummu yang selalu menemani dihari-hari lelahku,

Membuatku merasa hidup dan bersemangat lalui hari.

Hari-hariku bahagia semenjak dirimu hadir kembali.

Kini kumerindukanmu untuk yang kesekian kalinya…

Serasa tak akan ada hari akhir tuk merindumu dalam mengisi jelang waktuku.

Mungkinkah dirimu merasakan hal yang sama terhadap hadirku dalam kehidupanmu?

Kuhanya ingin berfikiran positif tuk memikirkan keberadanmu untukku.

Kuhanya inginkan kau menemaniku tuk mengerti akan perasanku..

Ku tak dapat berharap lebih.

Karna batas yang kau ciptakan sangatlah jauh membentang nuraniku..

Hingga aku pun kadang tersadar akan kau gantungkan diri ini hingga waktu yang tak berbatas.

Sejenak kau menghilang,….

Beribu rasa dan asa bekecamuk menggalaukan diriku.

Yang entah mengapa kubuka kembali prosa masa lalu dan mengenangmu

Membuka bait-bait puisi…dan kutemukan satu puisiku yang kau percantik dalam kemasan manis..

Kumulai tersenyum… dan sedikit menyampingkan kegelisahanku.

Hembuskan nafas dalam dan berdsyukur, kumasih memiliki hati…

Menenangkan suasana pagi tuk mulai hari untuk berkarya.

Terima kasih kau sambut diri ini dengan cerita manis dalam puisi-puisimu..

Kasih…

Adakah sedikit pengertianmu kini untuk dapat memahami hati?

Haruskah semua ini terjadi hanya karena ego yang tak dapat dicairkan?

Kuberharap, dalam emosi yang secara periodik terjadipun masih dapat kau sayangi aku.

Dalam setiap kata yang terucap…

Kuselalu merindukanmu… Tak ada kata lain yang tercipta selain perasaan hati ini tentangmu.

Kuharap masih ada hati dan Cinta yang kau simpan untukku didalam setiap amarahmu.

Kumasih disini menunggu waktu yang tak pasti… Menanti hadirmu, pelukmu, kasihmu dan rasamu….

Dihati ini masih ada namamu yang terukir indah dihiaskan bunga-bunga mawar dan tulip

yang kurangkai setiap hari untukmu walau tak nyata kupersembahkan dihadapanmu, Cinta..

Kumenanti Cinta… Merindu redam… Hingga kutemui lagi Cinta sebenarnya.

(18 Juni 2007:13.00:office)