Archive for July, 2005

“GIE”

Tuesday, July 19th, 2005

Akhirnya, semua akan tiba pada suatu hari yang biasa.

Pada suatu ketika yang telah lama yang kita ketahui.

Apakah kau masih selembut dahulu,

Memintaku minum susu, dan tidur yang lelap.

Sambil membenarkan letak leher kemejaku.

Kabut tupis pun turun pelan-pelan dilembah kasih.

Lembah Mandala Wangi, kau dan aku tegak berdiri.

Melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?

Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra,

lebih dekat.

Apakah kau masih akan berkata, ku dengar…

detak jantungmu.

Kita begitu berbeda dalam semua.

kecuali dalam C I N T A…

Surprised!!!

Tuesday, July 12th, 2005

When u get what u want, u will lose what u have

Kita memang tidak bisa mendapatkan semuanya dalam hidup ini. Berbagai macam perubahanlah yang dijadikan renungan bagi kita yang tentunya selalu mengalami perubahan dalam hidup kita masing-masing.

Kalin,

ia banyak mendapatkan hal-hal yang sebelumnya tidak ia miliki.

Namun ia juga kehilangan banyak hal-hal yang sebelumnya ia punya;

Waktu untuk bersama eyangnya, kebebasan untuk melakukan hal-hal dan kebiasaan-kebiasaan yang ia suka, kehilangan semangat hidup, keceriaannya, bahkan ia kehilangan diri untuk menyadari siapa sebenarnya orang yang ia cinta…

Dan tak mengenal lagi siapa dirinya.

Tenggelam diri dalam kesibukannya, dan merasa dirinya mannequin hidup yang dijadikan komoditi dalam dunia super-konsumerisme ibukota.

So, bercerminlah mulai saat ini, untuk selalu jujur pada diri sendiri dalam mengenali diri.

Kita jadi tahu betul siapa diri kita, No Matter What U have Gone Through…

@RoofTop

Tuesday, July 12th, 2005

Sedetik nafas terlepas

Setiap kamu mengerling…

Menghempas dalam mimpi yang…

terkulai bersama kanvas putih di dinding

Cinta…manis di rasa, duka seiring luka

Kamu indah tapi tak terjamah.

In da Coffee Morn’

Tuesday, July 12th, 2005

Mestinya ada kamu…

Untuk bisa melihat pantulan lampu dipohon besar itu…

Dan bulan yag bersender dipungung daun,

Hijau kekuningan begitu magisnya… mengikatku untuk tidak segera berlalu.

Jika ini nyata dan memang nyata, satu hari nanti…

akan ada kamu duduk disampingku…

Memandang  cahaya itu muncul dari lampu…

Yang ada bulan dipunggung daun… yang ada pohon besar diselaput malam

yang ada rasa lahir dari sebuah restu…

Nanti, setelah datang masanya…

Nanti…

Jakarta Lalu…

Tuesday, July 12th, 2005

Waktu berlalu…

Seperti pasir yang tak bertumpu

Jiwa ini akan selalu berubah

Menjalar kearah takdirnya

Lalu tercium bau tanah

Ketika hujan tertumpah

Terdorong jiwaku yang sudah di ujung

tebing ragaku…untuk segera berlalu.

“Dengan Hati Yang Tulus”

Monday, July 11th, 2005

Kalindamarita,

Tak seperti musim dan waktu,

Rencana manusia kadang tak berjalan seperti harapan.

Kita hanay bisa berkehendak dan berdoa.

Selebihnya Ia berkuasa diluar kita.

Tapi kamu tahu,

seperti musim dan waktu, aku mencintaimu.

Seperti matahari yang terus terbit mengawali hari dan terbenam demi malam

Aku terus menemanimu.

Sampai nanti, ketika ragaku tak lagi didekatmu.

Perasaanku padamu tak pernah berujung.

Jika aku boleh berharap,

Aku ingin terus berada didekatmu, Kalin…

Begitu banyak yang ingin kubagi denganmu.

Terlalu banyak yang ingin kutunjukkan padamu.

Tapi kematian bukan pilihan.

Juga CINTA..

Bagiku,

Keduanya adalah hidup.

Keduanya bukan pilihan.

Aku akan menjalaninya dengan ikhlas.

Kalaupun waktu tidak lagi bicara banyak,

Seluruh diriku akan terus mengatakan kepadamu;

"Bahwa aku mencintaimu…"

Lando.

Absurb of Lando

Sunday, July 10th, 2005

Kalin,

Malam itu adalah malam terakhir aku hidup.

Maaf.

Sejak kamu pergi, aku selalu berusaha menganggap itu yang terbaik yang bisa aku dapatkan. Itu yang aku inginkan.

Tapi kepergianmu justru bikin aku paham; Betapa berharganya keberadaanmu didekatku, dan Betapa keringnya hidupku tanpa kamu.

Kalin,

Ada yang harus kusampaikan padamu. Tentang malam itu. Juga semuanya.

Lando.

JANGAN TUNDA!!!

Saturday, July 9th, 2005

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu,

jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, …

jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat.

Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia,

hari ini tidak pernah akan datang. (Rudy-"Tentang Dia")

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang,

maka "besok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Jangan tunda sampaikan ke orang yang kamu Cintai, Sahabat-sahabat dan siapa saja yang ingin kamu ungkapkan tentang semua perasaan…..

Atau…. masih ada hari esok???

Harapan…

Saturday, July 9th, 2005

Dalam kenyataan tak selamanya sejalan dengan nurani,

Perbedaan selalu ada menjadi bayangan,

Berharap segalanya sesempurna maksud hati,

Namun realita menjadikannya yang lain….

Andai ku bisa berandai,

Kubisa meredam amarah untuk orang lain,

Tapi mengapa diri ini tak bisa

Meredam amarah untuk diri sendiri???

Adakah hati terlalu rapuh untuk sendiri?

Mungkinkah segalanya akan berganti?

Seribu tanya menghantui

Sejuta ingin memampatkan naluri.

By. Brillianti(23/07/03)

Banyak Cinta untuk kita dari sekitar kita

Saturday, July 9th, 2005

Sedikit pujian memberikan penerimaan… sedikit pujian memberikan rasa diterima… memberikan dorongan… semangat dan dorongan untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi yang bisa diraihnya. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik yang tidak membangun tidak banyak merubah…

Karena itu marilah kita saling memberikan sedikit pujian yang tulus bukan basa basi satu dengan yang lain.

Dari Muaz bin anas r.a. bahwa Nabi saw. bersabda,

"Siapa yang meredam kemarahan ketika dia mampu
melampiaskannya, Allah swt. akan memanggilnya di
tengah halayak ramai kelak di hari kiamat dan
menyuruhnya memilih surga mana yang dia sukai
."
(H.R. Tirmizi)

Mutiara hadis:
1. Anjuran untuk meredam kemarahan.
2. Memaafkan orang ketika mampu, nilainya sama
dengan orang insyaf.
3. Kemampuan kehendak dan kemampuan pribadi
seseorang, tampak dalam situasi yang serba sulit
yang membangkitkan kemarahan, dimana dia akan
sanggup menyetir dan meredam kemarahannya..