Archive for June, 2007

Merindumu Bagai Tak Ada Lagi Waktu Lain

Wednesday, June 20th, 2007

Bayangmu selalu ada dalam hatiku.

Senyummu yang selalu menemani dihari-hari lelahku,

Membuatku merasa hidup dan bersemangat lalui hari.

Hari-hariku bahagia semenjak dirimu hadir kembali.

Kini kumerindukanmu untuk yang kesekian kalinya…

Serasa tak akan ada hari akhir tuk merindumu dalam mengisi jelang waktuku.

Mungkinkah dirimu merasakan hal yang sama terhadap hadirku dalam kehidupanmu?

Kuhanya ingin berfikiran positif tuk memikirkan keberadanmu untukku.

Kuhanya inginkan kau menemaniku tuk mengerti akan perasanku..

Ku tak dapat berharap lebih.

Karna batas yang kau ciptakan sangatlah jauh membentang nuraniku..

Hingga aku pun kadang tersadar akan kau gantungkan diri ini hingga waktu yang tak berbatas.

Sejenak kau menghilang,….

Beribu rasa dan asa bekecamuk menggalaukan diriku.

Yang entah mengapa kubuka kembali prosa masa lalu dan mengenangmu

Membuka bait-bait puisi…dan kutemukan satu puisiku yang kau percantik dalam kemasan manis..

Kumulai tersenyum… dan sedikit menyampingkan kegelisahanku.

Hembuskan nafas dalam dan berdsyukur, kumasih memiliki hati…

Menenangkan suasana pagi tuk mulai hari untuk berkarya.

Terima kasih kau sambut diri ini dengan cerita manis dalam puisi-puisimu..

Kasih…

Adakah sedikit pengertianmu kini untuk dapat memahami hati?

Haruskah semua ini terjadi hanya karena ego yang tak dapat dicairkan?

Kuberharap, dalam emosi yang secara periodik terjadipun masih dapat kau sayangi aku.

Dalam setiap kata yang terucap…

Kuselalu merindukanmu… Tak ada kata lain yang tercipta selain perasaan hati ini tentangmu.

Kuharap masih ada hati dan Cinta yang kau simpan untukku didalam setiap amarahmu.

Kumasih disini menunggu waktu yang tak pasti… Menanti hadirmu, pelukmu, kasihmu dan rasamu….

Dihati ini masih ada namamu yang terukir indah dihiaskan bunga-bunga mawar dan tulip

yang kurangkai setiap hari untukmu walau tak nyata kupersembahkan dihadapanmu, Cinta..

Kumenanti Cinta… Merindu redam… Hingga kutemui lagi Cinta sebenarnya.

(18 Juni 2007:13.00:office)

Kalimat Penuh Tanda Tanya…”?”

Wednesday, June 20th, 2007

Ketika segalanya semakin meruncing tajam…

Kubayangkan sebilah pedang mengarah padaku sinis.

Dia mungkin tak merasa,

Namun hati ini begitu peka tuk dirasa.

Apakah harus kupersalahkan sang waktu?

Apakah harus kubermain masa?

Masihkah diri ini dapat berputar dan tersenyum dengan riang?

Ataukah hanya angan yang

kan

membawaku terbang dinegeri awan?

Pagi ini kusengaja melajukan kendaraan lebih pagi dari biasanya..

Hanya berharap, agar kisah semalam bisa berlalu dan hilang.

Digantikan udara sejuk dan air dingin yang mengguyur dan menyegarkanku.

Mencerahkan fikiranku, dan melangkah menyambut hari baru.

Tapi usaha itu hanyalah usaha….

Mengapa fikiran itu selalu tertuju berbalik pada malam itu?

Mengapa tak kuasa ku hempaskan ingatanku pada dirimu yang tak mengerti aku?

Mengapa selalu terngiang kata-kata yang kau tuliskan tanpa ku bisa bertahan?

Konsentrasiku mulai pudar….

Diriku mulai tak terkontrol lagi….

Nafasku terkadang sesak….

Hingga akhirnya tanpa kusadari sesuatu mengalir,

Membuat pandanganku kabur diselingi segukan tanpa suara.

Inikah yang kau berikan hanya untuk sesuatu yang mestinya dapat ditunda?

Haruskah segalanya berakhir dengan tangisan pilu?

Tak adakah cara lain yang dapat menyelesaikan kejadian malam itu?

Apakah memang ini sudah menjadi tujuanmu tuk menyakitiku?

Hidup memang penuh warna, teman….

Namun yang kuinginkan kita

kan

merangkai warna-warna cerah dan lembut..

Bukan warna hitam dan gelap yang menghiasi langkah kita.

Ku tak ingin semua ini terjadi seperti ini.

Kucoba tuk tetap bertahan.

(18 juni 2007:08.00:office)