Kalimat Penuh Tanda Tanya…”?”

June 20th, 2007 by brillianti

Ketika segalanya semakin meruncing tajam…

Kubayangkan sebilah pedang mengarah padaku sinis.

Dia mungkin tak merasa,

Namun hati ini begitu peka tuk dirasa.

Apakah harus kupersalahkan sang waktu?

Apakah harus kubermain masa?

Masihkah diri ini dapat berputar dan tersenyum dengan riang?

Ataukah hanya angan yang

kan

membawaku terbang dinegeri awan?

Pagi ini kusengaja melajukan kendaraan lebih pagi dari biasanya..

Hanya berharap, agar kisah semalam bisa berlalu dan hilang.

Digantikan udara sejuk dan air dingin yang mengguyur dan menyegarkanku.

Mencerahkan fikiranku, dan melangkah menyambut hari baru.

Tapi usaha itu hanyalah usaha….

Mengapa fikiran itu selalu tertuju berbalik pada malam itu?

Mengapa tak kuasa ku hempaskan ingatanku pada dirimu yang tak mengerti aku?

Mengapa selalu terngiang kata-kata yang kau tuliskan tanpa ku bisa bertahan?

Konsentrasiku mulai pudar….

Diriku mulai tak terkontrol lagi….

Nafasku terkadang sesak….

Hingga akhirnya tanpa kusadari sesuatu mengalir,

Membuat pandanganku kabur diselingi segukan tanpa suara.

Inikah yang kau berikan hanya untuk sesuatu yang mestinya dapat ditunda?

Haruskah segalanya berakhir dengan tangisan pilu?

Tak adakah cara lain yang dapat menyelesaikan kejadian malam itu?

Apakah memang ini sudah menjadi tujuanmu tuk menyakitiku?

Hidup memang penuh warna, teman….

Namun yang kuinginkan kita

kan

merangkai warna-warna cerah dan lembut..

Bukan warna hitam dan gelap yang menghiasi langkah kita.

Ku tak ingin semua ini terjadi seperti ini.

Kucoba tuk tetap bertahan.

(18 juni 2007:08.00:office)

Luluhnya Karang Hati Lelaki

November 29th, 2006 by brillianti

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Lelaki….adalah lelaki….

Betapapun keras bagai karang…iapun tetap memiliki hati

Meski bukan hati paripurna yang terbungkus kafan suci

Suatu waktu tetap akan luluh oleh nurani

Betapapun gagahnya lelaki…, ia takluk oleh air mata wanita

Betapapun kerasnya lelaki…, ia tunduk oleh senyum manis wanita

Betapapun sulitnya lelaki…, ia luluh oleh perhatian dan ketulusan wanita
Betapapun kuatnya lelaki…., ia lemah ketika bersimpuh di pangkuan bunda

Wahai sang surya yang menyinari pagi…

Pemberi kesegaran dan harapan di tengah sunyi

Jadilah engkau saksi bagi setiap lelaki

Karena lelaki tanpa wanita…bagai pagi gelap nan sunyi

Lelaki sering tenggelam dalam luasnya danau harapan

Tetapi lupa akan dupa penyangga perahu tua

Berkiprah dengan dayung - dayung alakadarnya

Menelusuri riak air nun jauh dari dermaga

Menuju harapan nan tak kunjung datang

Berlayar…berlabuh…berlayar…dan berlabuh kembali…. Itulah lelaki yang
pantang menyerah… Menelusuri setiap jalan kehidupan dengan gagah… Bahkan
sering berlari…terjatuh…terpelanting penuh dengan darah…. Dan sesekali
tampak jelas luka - luka penuh nanah… Denyut derita dan rasa sakit tak
pernah digubris… Bukan ia seolah tak menyayangi badannya…. Bukan ia tak
peduli dengan kebutuhan istirahatnya…. Tapi karena dipundaknya penuh
kerikil tanggung jawab Tuk mengibarkan bendera kebahagiaan…bagi kekasihnya
Tuk mewujudkan impian dan harapan bagi orang yang dikasihinya… Dialah
wanita yang sering dipujanya…. Dilah wanita yang selalu hadir dalam
mimpinya…. Dialah wanita yang sering disebut dalam igauannya… Dialah
wanita yang sering menentramkan hatinya…. Dialah wanita yang sering
dirindu ketika jauh darinya…. Dialah wanita yang sering terpanjat dalam
do’a - do’a malamnya….

Tataplah keriput garis matanya

Garis itu kan bersaksi tentang kesabaran…

Tentang perjuangan hidup, penderitaan dan pengorbanan serta maaf… Telusuri
peta yang ada di wajahnya… Agar tak tersesat dalam membaca dan memberi
penilaian Disanalah terletak sebuah kota bernama ” keikhlasan ” Setiap hari
ia berjuang tak kenal henti… Berusaha menyusun kepingan kesabaran .. Dan
mengumpulkan setiap bulir air mata menjadi ” samudera maaf ” Bagai drama
kecil yang meluruhkan air mata pemirsa… Dengarlah dengan telinga
batinmu….. Disanalah ada kepundan penuh kesunyian Berharap kehangatan yang
enggan dipurnakan… Disanalah ia selalu menanti dengan
kesetiaan….untukmu…. Ya…untukmu seorang…sebagai wanita
terkasihnya… Satu harapku….semoga engkau bahagia slalu. Amien

Akhir dari suatu awal permulaan…

November 28th, 2006 by brillianti

Tulisan Akhirku
Oleh : Dede Farhan Aulawi

Sahabatku…
Malam tadi,
Tercenung ku dalam simpuhku.
Terdiam ku dalam sunyiku.
Menangis ku dalam sujudku….

Yaa Allah.
Ku panjatkan syukur hanya padaMu ya Rabb…
Kau telah bangunkan aku dari tidur malamku
Tuk sibakkan selimut kemalasanku
Tuk siramkan ketenangan pada jiwa hampa ini
Lantunkan do’a-do’a kehidupanku
Bermunajat hanya pada-Mu.. Yaa Rabb..

Yaa Rabby…
Jadikanlah sujud-ku tuk pancangan pondasi keimananku…
Jadikanlah dzikir-ku tuk rekatkan simpul-simpul kehidupanku…
Jadikanlah puasa-ku tuk lenturkan kekerasan hatiku…

Yaa Rabby…
Ijinkan aku tuk memulai hari ini dengan ucapan satu kata
..Bismillahirohmanirohim
Ijinkan aku tuk awali kegiatanku dengan sujudku pada-Mu
Ijinkan aku tuk senandungkan cinta hanya menyebut nama-Mu
Ijinkan aku tuk berjuang hanya di jalan-Mu
….demi keluargaku
….demi sahabat-sahabatku
Ijinkan Yaa Allah… ijinkanlah…

Yaa Rabby…
Sempatkanlah akhir hariku ini dengan ucapan satu frasa pula
….Alhamdulillahhirobbil alamiin
Sempatkanlah aku tuk menutup kegiatanku dengan sujud syukurku
….sebelum aku tertidur
….sebelum ajal menjemputku malam nanti….
Karena ku tak tahu apakah esok aku masih dibangunkan kembali oleh-Mu

Yaa Rabby…
Jadikanlah hari ini adalah hari ibadahku
….tuk leburkan segala khilaf dan dosa-dosaku
….tuk leburkan marah dan dendam dalam hati ini
….tuk lenturkan segala iri dengki dari sifatku ini
Jadikanlah hari ini adalah hari terbaikku
Jadikanlah hari ini adalah hari penuh cinta pada seluruh ciptaan-Mu
Jadikanlah hari ini sebagai hari terindahku
Sebelum Kau ambil semua nikmat ini…
Saat sakratul maut datang menjemput ku nanti…
Amien!

Ya allahu Ya Rabb….
Kau takkan maafkan kesalahan pada sesama…
Sebelumku memohon maaf pada mereka….
Maka….
Pada kesempatan terindah….sebelum akhir hayatku….
wahai sahabatku…..
Dari lubuk hati yang terdalam…aku merengkuh dalam hormatku…
Tuk memohon maaf atas segala salah dan khilafku….
Ikhlaskan…ikhlaskan atas semuanya….
Mungkin kita tidak siap….
karena memang kita tak pernah menyiapkannya….
Bahkan kapanpun kita takkan pernah siap….
tapi waktu itu akhirnya tiba jua….
Maafkan sahabatku…
Sekali lagi maafkan….

Tak perlu kau telpon aku….
Karena HP-ku kan berbunyi dalam dering sepi dan sunyi…
Maafkan jika pernah ada sms-mu yang tak sempat terjawab…
Karena itulah riwayat akhir pulsa hidupku

Jangan kau hapus air matamu…
Biarkan air mata itu mengalir….
Sebagai tanda keabadian persahabatan kita…..
Dan kalau mungkin kumpulkan dalam setangkai daun…
Barangkali suatu saat kan bermanfaat tuk menyirami kuburku
Dan boleh jadi jika satu saat masih ada kesempatan….
Kau bisa mengenangku dalam diam….
Kau bisa browsing namaku….
Disanalah kau kan temukan segalanya tentang aku…..
Dan saat kau baca siapa aku….
Maka akan kau rasakan kehadiranku…..
Mungkin kau tak paham apa yang kumaksud…..
Itu semua karena tidak setiap orang tau segalanya
Banyak yang tidak kau ketahui tentang aku…
Karena aku tak ingin menyusahkanmu….
Ku tak ingin ada air matamu yang menetes karena aku…
Kalaupun aku sedikit pernah merepotkanmu…
Anggaplah itu sebagai salah satu sifat manjaku…
Karena aku sangat menyayangimu….
Dan seandainya aku tak manja padamu….
Lalu pada siapa aku harus bermanja…?
Ini semua karena aku merasa dekat padamu…..
Inilah tulisan kenanganku untukmu…
Semoga kau berkenan….
Simpanlah tulisan ini….
Siapa tahu suatu saat kan ada manfaatnya….
Dan kalau kau merasa rindu padaku….
Bacalah tulisan ini dan tulisanku yang lainnya…..
Di setiap tulisanku itulah….
Kau kan temukan wajahku….
Kan kau ingat setiap manjaku…..
Kan kau lihat sorot mataku…
Yang selalu melihatmu di sana…di alam sana…..
Dan jika suatu waktu kau ditakdirkan tuk menyusulku…
Di sanalah ku selalu menunggu….
Ikhlaskan kepergianku….
Biarkan ku melangkah dalam teratas jalan do’a-doamu…..
Selamat tinggal sahabatku…..
Ingatlah dalam catatan sejarah hidupmu….
Pernah ada satu nama yang menghiasi sebagian coretan penamu….
Dan nama itu mudah - mudahan memberi kenangan indah….
Ya sebuah kenangan indah….
Ini adalah tulisan akhirku dalam senyum air matamu.

*miz u*

Mohon Maaf Lahir Bathin…

October 30th, 2006 by brillianti

Selamat Hari Raya 1427H….

Sekali lagi, mohon maaf lahir dan bathin….

Regards,
B33 4PV

Hati…

October 19th, 2006 by brillianti

Hanya dalam beberapa bait kata… mungkin, ku bercerita….
Hanya seuntai benang… mungkin, ku memintal….
Hanya setangkai mawar… mungkin, yang bisa kuberi.

Hati ini meragu dan terus meragu…
tanpa mengerti arti dari segala rasa raguku.
Hilangkan asa yang perna membara…
terpaku membelenggu hati nuraniku.

Apa inginku kini terpuruk dalam kegalauan perasaan yang tak menentu.
haruskah diri berjalan hingga kuteukan benih cercah cahaya tuk menerangi jalan hidupku?
Andaikan segalanya dapat kujelaskan…pastilah semuanya kan berbinar tanpa sendu.
hempaskan kepedihan dan kesesakkan yang menghimpit fikiran dan menyempitkan langkahku.

Hai… dirimu yang disana…
Unjukilah ujud dan hatimu yang tulus nanputih…
Yakinini diriku kau ada… dan terus ada untuk hidupku.
ugh!

*starbuck thamrin with mpers…n going home at 00 to 20th Oct 2006*

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN….

September 18th, 2006 by brillianti

Tanpa mengurangi rasa sayang,…

Mohon kiranya dapat dimaafkan untuk segala kekhilafan yang tersengaja maupun yang tanpa disengaja…

Dalam lubuk hati tak pernah menginginkan segala yang menyakitkan ataupun yang hanya membesitkan rasa kesal, hadir diantara kita.

Hati tulus penuh dengan kasih dan sayang, berusaha mencoba tuk dapat kita bersama dalam segala situasi, kondisi maupun waktu.

Kerinduan akan masa-masa indah selalu mengingatkan diri ditengah-tengah kebahagiaan rasa saat itu. Merindukan segala sesuatu yang tak kan mungkin dapat terulang, namun masih dapat untuk kita membuat cerita dalam lembaran baru diwaktu berikutnya…

Jelang malam kuteringat akan keseharianku tadi,

Yang tak kan lagi terulang dihari esok…

Karena hari esok, ku pasti memiliki cerita yang berbeda walau satu bait.

CINTA,…. Kumerindukan kehadiranmu tetap seperti hari-hari yang indah yang pernah kita lalui…

CINTA,…. Kuberbagi akan hati tuk sebarkan pada semua yang ada disekitarku dan yang kukenal maupun yang mengenalku…

Dalam jelang hari di bulan Ramadhan yang suci, kuberharap tiada cela yang terpatri…

Luluhkan Rasa Benci…

Cairkan Angkuh Hati…

Tebarkan Cinta dan Kasih berpadu dengan maaf ikhlas kita….

Maafkan diri ini CINTA….

Dirimu adalah CINTA bagiku.

"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan".

All Im

April 11th, 2006 by brillianti

Thats only All Im….

So missing somebody….

So hurting something….

So needs someone beside…

So down without someone….

So Sad after all….

So brave then!!!

Coz of my sista’s SPIRITs… Thx Sista… (k’Alya n kk-Ck)

You were building my mind to be better when im down… n one of your advices to Dzikir…made me so shy to forgotten. Thx a bunch my Sist….

N for your hugs…so help me much!!! I need it rite now… so needed.

04-11-2006 : 20pm wib

gaung…Yang Tersisa….

November 9th, 2005 by brillianti

Tak ada kata tak ada gaung…

Hanya suara berbisik tak terkenali…

Menyapa diri tak acuh…

Merenung menyadar diri…

Ini lah jawaban sebrang…

Tak kan ku pernah miliki rasa itu lagi…

Dan tak kan pernah diri kan merasa…

Sirnakan segala asa dalam hari…

Tuk merengkuh segala yang ada…

Ingin menjelaskan apa arti RASA…

Hanya KELU yang ada…

Tak sepantasnya diri ini berlaku menyiksa rasa…

Tak pelik rasa merintih menjerit laksana Merapi…

Tak kuasa menahan semua dahaga…

Tak tau harus lari dan terus berlari….

Pa301698

*10112005-10:43@my office*

Keceriaan….

October 13th, 2005 by brillianti

Pagi melewati gerbang ruanganku beraktifitas…

Menghirup embun pagi mengiringi jalur dalam tempatku menyandarkan kereta…

Kulalui air terjun kecil yang menghiasi sekelilingku…

Tawa kecil dan senyum dibibir menyeruak menebar mempesonakan yang ada…

Kuberlari-lari kecil menuju ruangan indah relung aktifitas dihari-hariku…

Menyapa yang ada, tersenyum membalas dengan riang…

Kehidupan yang sejuk menghiasi pagi…

Membangunkan semangat hati tuk berinteraksi dengan alam dan sekitarnya…

Gelak tawa mengisi box yang kuberada tuk hari-hari menggali ribuan masa depan…

Kubahagia bahagiaaaa…. bahagiaaaa….. dan bahagiaaa….

Diantara manusia-manusia berbakat, berintelegent, berwawasan, berbudi, dan segalanya yang membimbingku dalam arlur positif kehidupan ini….

Teringat akan semalam….

Bercengkrama mencerna kata demi kata… dari seorang teman.

Bahkan telah lebih dari teman kurasa… layaknya yang dituakan.

Dan kata-katanya sangat amuzing bagiku…

Jalan hidup yang telah ia lalui seakan menggugah diri tuk suatu hal yang terlupakan olehku…

Termenung ku setelah semua usai…

Menyimak dan mengingat kata demi kata…

Berusaha mencari kata lain tuk dapat masuk menyelami makna yang terkandung didalamnya.

Lepas disisi lain, seseorang mengingatkan diri terhadap langkah yang seharusnya kulalui.

Terima kasih kakak-kakak ku sayaaang… :o)

Segalanya sangat berarti saat-saat yang kita lewati bersama…

Kuharapkan untuk segalanya akan terus berlangsung, berjalan tanpa akhir…

Walau awal selalu terdapat akhir… dan pembuka selalu ada penutup dikemudian masa.

I love you all, thanks to have been a part of my life….

Wished, everything can be good n joyed… :o)

Keceriaan….

October 13th, 2005 by brillianti

Pagi melewati gerbang ruanganku beraktifitas…

Menghirup embun pagi mengiringi jalur dalam tempatku menyandarkan kereta…

Kulalui air terjun kecil yang menghiasi sekelilingku…

Tawa kecil dan senyum dibibir menyeruak menebar mempesonakan yang ada…

Kuberlari-lari kecil menuju ruangan indah relung aktifitas dihari-hariku…

Menyapa yang ada, tersenyum membalas dengan riang…

Kehidupan yang sejuk menghiasi pagi…

Membangunkan semangat hati tuk berinteraksi dengan alam dan sekitarnya…

Gelak tawa mengisi box yang kuberada tuk hari-hari menggali ribuan masa depan…

Kubahagia bahagiaaaa…. bahagiaaaa….. dan bahagiaaa….

Diantara manusia-manusia berbakat, berintelegent, berwawasan, berbudi, dan segalanya yang membimbingku dalam arlur positif kehidupan ini….

Teringat akan semalam….

Bercengkrama mencerna kata demi kata… dari seorang teman.

Bahkan telah lebih dari teman kurasa… layaknya yang dituakan.

Dan kata-katanya sangat amuzing bagiku…

Jalan hidup yang telah ia lalui seakan menggugah diri tuk suatu hal yang terlupakan olehku…

Termenung ku setelah semua usai…

Menyimak dan mengingat kata demi kata…

Berusaha mencari kata lain tuk dapat masuk menyelami makna yang terkandung didalamnya.

Lepas disisi lain, seseorang mengingatkan diri terhadap langkah yang seharusnya kulalui.

Terima kasih kakak-kakak ku sayaaang… :o)

Segalanya sangat berarti saat-saat yang kita lewati bersama…

Kuharapkan untuk segalanya akan terus berlangsung, berjalan tanpa akhir…

Walau awal selalu terdapat akhir… dan pembuka selalu ada penutup dikemudian masa.

I love you all, thanks to have been a part of my life….

Wished, everything can be good n joyed… :o)