Kalimat Penuh Tanda Tanya…”?”
June 20th, 2007 by brilliantiKetika segalanya semakin meruncing tajam…
Kubayangkan sebilah pedang mengarah padaku sinis.
Dia mungkin tak merasa,
Namun hati ini begitu peka tuk dirasa.
Apakah harus kupersalahkan sang waktu?
Apakah harus kubermain masa?
Masihkah diri ini dapat berputar dan tersenyum dengan riang?
Ataukah hanya angan yang
kan membawaku terbang dinegeri awan?
Pagi ini kusengaja melajukan kendaraan lebih pagi dari biasanya..
Hanya berharap, agar kisah semalam bisa berlalu dan hilang.
Digantikan udara sejuk dan air dingin yang mengguyur dan menyegarkanku.
Mencerahkan fikiranku, dan melangkah menyambut hari baru.
Tapi usaha itu hanyalah usaha….
Mengapa fikiran itu selalu tertuju berbalik pada malam itu?
Mengapa tak kuasa ku hempaskan ingatanku pada dirimu yang tak mengerti aku?
Mengapa selalu terngiang kata-kata yang kau tuliskan tanpa ku bisa bertahan?
Konsentrasiku mulai pudar….
Diriku mulai tak terkontrol lagi….
Nafasku terkadang sesak….
Hingga akhirnya tanpa kusadari sesuatu mengalir,
Membuat pandanganku kabur diselingi segukan tanpa suara.
Inikah yang kau berikan hanya untuk sesuatu yang mestinya dapat ditunda?
Haruskah segalanya berakhir dengan tangisan pilu?
Tak adakah cara lain yang dapat menyelesaikan kejadian malam itu?
Apakah memang ini sudah menjadi tujuanmu tuk menyakitiku?
Hidup memang penuh warna, teman….
Namun yang kuinginkan kita
kan merangkai warna-warna cerah dan lembut..
Bukan warna hitam dan gelap yang menghiasi langkah kita.
Ku tak ingin semua ini terjadi seperti ini.
Kucoba tuk tetap bertahan.
(18 juni 2007:08.00:office)